Rabu, 29 April 2009

Hutan Mangrove

Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Umumnya mangrove mempunyai sistem perakaran yang menonjo yang disebut akar nafas (pneumatofor). Sistem perakaran ini merupakan suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen atau bahkan anaerob.
htn-baka.jpg (220111 bytes) Hutan mangrove juga merupakan habitat bagi beberapa satwa liar yang diantaranya terancam punah, seperti harimau sumatera (Panthera tigris sumatranensis), bekantan (Nasalis larvatus), wilwo (Mycteria cinerea), bubut hitam (Centropus nigrorufus), dan bangau tongtong (Leptoptilus javanicus, dan tempat persinggahan bagi burung-burung migran.

Beberapa jenis mangrove yang terkenal:
- Bakau (Rhizopora spp.)
- Api-api (Avicennia spp.)
- Pedada (Sonneratia spp.)
- Tanjang (Bruguiera spp.)
Peran dan manfaat hutan mangrove :

> pelindung alami yang paling kuat dan praktis untuk menahan erosi pantai.

> menyediakan berbagai hasil kehutanan seperti kayu bakar, alkohol, gula, bahan penyamak kulit, bahan atap, bahan perahu, dll.

> mempunyai potensi wisata

> sebagai tempat hidup dan berkembang biak ikan, udang, burung, monyet, buaya dan satwa liar lainnya yang diantaranya endemik.

Jika hutan mangrove hilang :
+ abrasi pantai
+ dapat mengakibatkan intrusi air laut lebih jauh ke daratan
+dapat mengakibatkan banjir
+ perikanan laut menurun
+sumber mata pencaharian penduduk setempat berkurang


Sumber : Wetlands International dan dari berbagai sumber

Senin, 27 April 2009

tugas Terumbu Karang

Terumbu karang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.
Terumbu karang di Great Barrier Reef, Australia

Terumbu Karang merupakan salah satu komponen utama sumber daya pesisir dan laut utama, disamping hutan mangrove dan padang lamun. Terumbu karang merupakan kumpulan fauna laut yang berkumpul menjadi satu membentuk terumbu. Struktur tubuh karang banyak terdiri atas kalsium dan karbon. Hewan ini hidup dengan memakan berbagai mikro organisme yang hidup melayang di kolom perairan laut.

Terumbu karang dan segala kehidupan yang ada didalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya. Diperkirakan luas terumbu karang yang terdapat di perairan Indonesia adalah lebih dari 60.000 km2, yang tersebar luas dari perairan Kawasan Barat Indonesia sampai Kawasan Timur Indonesia (Walters, 1994 dalam Suharsono, 1998).

Indonesia merupakan tempat bagi sekitar 1/8 dari terumbu karang Dunia (Cesar 1997) dan merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman biota perairan dibanding dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Menurut Cesar (1997) estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung.

Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah pemanfaatan sumber daya ikan, batu karang, pariwisata, penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya. Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah seperti fungsi terumbu karang sebagai penahan abrasi pantai, keanekaragaman hayati dan lain sebagainya.

Selasa, 14 April 2009

SDA

TANGGUL JEBOL DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT


By:Khaisar Musa

Gonzaga College Pejaten

Situ Gintung sebenarnya difungsikan sebagai waduk. Dan waduk Situ Gintung ini memiliki fungsi sebagai tempat penampungan air. Situ Gintung juga merupakan salah satu obyek wisata alam dan perairan. Situ Gintung memiliki luas 31 Ha dan dibangun pada tahun 1932-1933.

Mengapa yang dahulu sahabat sekarang seolah menjadi petaka?

Waduk Situ Gintung sudah lama sekali berteman dengan masyarakat sekitar selama kurang lebih setengah abad. Karena sebagai wisata alam pasti akan menimunculkan omzet bagi warga sekitar yang berjualan. Kebutuhan air untuk warga sekitar dalam menjalankan aktifitas sehari-harinya juga menggunakan air dari waduk ini.

Namun mengapa pada tangggal 27 Maret 2009 tanggul ini seolah-olah marah pada warga sekitar dan memakan korban tewas sampai 100 jiwa. Menurut pengamatan saya ini bukanlah salah satu bentuk bencana alam melainkan akibat kelalaian oknum-oknum terkait yang bertanggung jawab atas waduk tersebut. Umur bangunan yang sudah tua dan kurang diperhatikan oleh pemerintah. Sebenarnya sudah ada anggaran yang digunakan untuk merenovasi waduk ini, namun entah mengapa dana yang seharusnya dapat meremajakan waduk ini malah hilang ditelan oknum-oknum yang menyalahgunakan dana tersebut atau yang biasa kita kenal dengan korupsi.

Salah satu penyebab jebolnya tanggul ini juga adalah merupakan jarak ideal rumah penduduk yang seharusnya minimal 400m dari lokasi waduk. Namun warga sekitar malah mengabaikannya dan akhirnya sang waduk marang dan memakan korban jiwa. Oleh sebab itu untuk saat ini sebaiknya dihentikan dahulu pembangunan rumah-rumah di sekitar tanggu karena akan menyebabkan tragedi Situ Gintung yang kedua. –MUSA_